Kuala Pembuang – Tim Search and Rescue (SAR) mengungkap sejumlah fakta baru terkait insiden jatuhnya helikopter di kawasan pegunungan Kalimantan Selatan pada Minggu (31/8). Dalam keterangan resminya, SAR menjelaskan rangkaian peristiwa yang terjadi sesaat sebelum helikopter mengalami kecelakaan tragis tersebut.
Gangguan Cuaca Jadi Faktor Utama
Menurut laporan awal, helikopter yang mengangkut empat orang penumpang dan dua kru itu mengalami kendala akibat cuaca buruk. Kondisi hujan deras yang disertai kabut tebal membuat jarak pandang pilot terbatas.
“Helikopter sempat melaporkan kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Pilot menyampaikan adanya turbulensi dan jarak pandang terbatas sebelum komunikasi terakhir terputus,” ungkap Kepala Kantor SAR Banjarmasin.
Komunikasi Terakhir dengan ATC
SAR juga mengungkap bahwa komunikasi terakhir antara pilot dan Air Traffic Control (ATC) terjadi sekitar pukul 14.30 WITA. Dalam percakapan singkat itu, pilot sempat meminta izin mengubah jalur penerbangan untuk menghindari awan tebal di atas pegunungan Meratus.
Namun, tak lama setelah itu, sinyal helikopter hilang dari radar. “Tidak ada sinyal darurat yang sempat dikirimkan. Diduga, gangguan cuaca membuat kru tidak sempat menekan tombol emergency locator,” jelas tim SAR.

Baca juga: Tiba di Gedung Merah Putih KPK, ratusan warga Pati langsung selawatan
Saksi Mata di Lokasi
Sejumlah warga desa di kaki pegunungan Meratus mengaku mendengar suara mesin helikopter yang terbang rendah, diikuti suara dentuman keras. “Kami kira ada longsor, ternyata suara ledakan dari arah atas gunung,” kata salah satu warga.
Keterangan saksi mata ini memperkuat dugaan bahwa helikopter sempat berusaha mencari jalur aman dengan terbang rendah sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Proses Evakuasi Masih Berlanjut
Tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri, dan relawan masih melakukan proses evakuasi di lokasi yang cukup sulit dijangkau. Medan terjal, cuaca yang berubah-ubah, serta minimnya akses jalan menjadi tantangan tersendiri.
“Kami sudah berhasil mencapai titik jatuhnya helikopter. Proses evakuasi korban dan pencarian kotak hitam sedang berlangsung,” ujar Kepala Operasi SAR.
Investigasi Lebih Lanjut
Meski faktor cuaca disebut dominan, SAR menegaskan bahwa investigasi menyeluruh tetap akan dilakukan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemeriksaan teknis pada mesin dan catatan penerbangan akan menjadi kunci untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.
“Kita tunggu hasil investigasi resmi dari KNKT. Namun, sejak awal kita sudah melihat faktor cuaca ekstrem yang berperan besar dalam kejadian ini,” pungkas Kepala SAR.















