Inews Kuala Pembuang – Badan Gizi Nasional (BGN) memutuskan untuk menghentikan sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat. Keputusan ini diambil setelah ratusan siswa di salah satu sekolah mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Ratusan Siswa Dilarikan ke Puskesmas
Peristiwa keracunan massal itu terjadi pekan lalu, ketika para siswa menerima jatah makanan MBG. Tak lama setelah mengonsumsi, puluhan siswa mulai merasakan gejala seperti mual, pusing, hingga muntah-muntah. Jumlah korban terus bertambah hingga ratusan siswa akhirnya harus mendapat perawatan medis di puskesmas maupun rumah sakit terdekat.
“Kami menerima laporan mendadak banyak siswa mengalami gejala keracunan. Tim medis langsung dikerahkan dan sebagian besar sudah tertangani,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bandung Barat.
BGN Ambil Langkah Cepat
Menanggapi insiden tersebut, BGN langsung melakukan evaluasi dan memutuskan untuk menghentikan sementara distribusi makanan MBG di wilayah Bandung Barat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyebab keracunan bisa diusut tuntas serta mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami memprioritaskan keselamatan siswa. Program MBG dihentikan sementara di Bandung Barat sampai ada hasil uji laboratorium yang memastikan keamanan makanan,” kata perwakilan BGN dalam konferensi pers.

Baca juga: Kapolri bentuk tim Transformasi Reformasi Polri
Investigasi dan Uji Sampel
Saat ini, pihak berwenang tengah melakukan investigasi menyeluruh. Sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah dibawa ke laboratorium untuk diuji kandungan bakteri maupun zat berbahaya lainnya.
“Pemeriksaan laboratorium sedang berlangsung. Jika terbukti ada kelalaian dari pihak penyedia makanan, tentu akan ada sanksi tegas,” ungkap aparat kepolisian setempat.
Kekhawatiran Orang Tua Murid
Insiden ini menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan orang tua. Beberapa dari mereka mendesak pemerintah untuk lebih selektif dalam menunjuk penyedia jasa katering.
“Kami sangat mendukung program ini, tapi jangan sampai anak-anak jadi korban. Pemerintah harus pastikan makanan benar-benar higienis,” kata seorang wali murid yang anaknya ikut menjadi korban.
Evaluasi Menyeluruh Program MBG
Penghentian sementara ini juga menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. BGN menegaskan akan memperketat standar kualitas bahan makanan, sistem distribusi, hingga mekanisme pengawasan di lapangan.
“Program MBG tujuannya mulia, yaitu meningkatkan gizi siswa. Namun, aspek kualitas dan keamanan pangan adalah hal mutlak yang tidak bisa ditawar,” tegas pejabat BGN.
Pemerintah Daerah Diminta Turun Tangan
Sejumlah pihak menilai pemerintah daerah harus lebih aktif melakukan pengawasan. DPRD Bandung Barat bahkan mendesak agar ada transparansi dalam proses pengadaan dan distribusi makanan.
“Kasus ini harus jadi pembelajaran. Jangan sampai program yang baik justru menimbulkan masalah baru,” ujar salah satu anggota dewan.
Siswa Diharapkan Pulih
Hingga kini, sebagian besar siswa yang menjadi korban sudah diperbolehkan pulang, meski masih ada beberapa yang harus menjalani perawatan lanjutan. Pemerintah daerah memastikan seluruh biaya pengobatan akan ditanggung.
“Kesehatan anak-anak menjadi prioritas kami. Kami pastikan tidak ada orang tua yang terbebani biaya,” ujar Bupati Bandung Barat.















